Photos Gallery

yiyi, mommy, nyunyu rodma ucit's bday philo art space berenang dma,djaduk,tegoeh anjas,dma maya,virny,dma eka di "kafe betawi":) djenar-yiyi Mereka Bilang, Saya Monyet (Behind the Scene) 7 Mereka Bilang, Saya Monyet (Behind the Scene) 6
View more photos >
 

secuplik bab dari novel mendatang, “RANJANG” .

May 03

RANJANG 3/10/05 11:48:59 AM

Tubuh perempuan telanjang yang tergolek di atas ranjang itu memancing kembali gairahnya. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum rapat memaksanya pergi. Waktu yang sangat cukup untuk dipakai bercinta dan mandi.

Selalu merasa muda ia di samping perempuan itu. Selalu merasa perkasa ia walaupun segumpal daging yang tumbuh di antara selangkangannya berukuran tak lebih besar dari ukuran bocah laki-laki yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas satu. Rasa nyaman yang terasa amat mewah dan tak bisa begitu saja didapatkan dari perempuan lain walaupun ia mampu membeli segala jenis perempuan dari berbagai macam jenis profesi. Dari yang bertarif rendah hingga paling tinggi.

Kebanyakan, bahkan bisa dibilang sembilan puluh sembilan persen perempuan yang ditemuinya tak mengenal basi-basi. Mereka datang hanya mengantarkan tubuh untuk digauli, lantas buru-buru pergi usai menerima bagian dari germo yang kerap dipanggil Mami. Membuat harga dirinya sebagai laki-laki runtuh. Membuat rasa percaya dirinya jatuh. Tak jarang waktu dan uang yang sudah terlanjur dikeluarkan menguap begitu saja karena ia urung membuka celana dalamnya. Tak kuat ia setiap kali mengingat berbagai ekspresi perempuan-perempuan saat menatap penisnya. Ada yang terpana. Ada yang sembunyi-sembunyi senyum. Bahkan ada yang tak bisa menahan gelak tawanya. Penghinaan tak hanya sampai di situ saja. Kadang jika ia berhasil mengabaikan ekspresi perempuan-perempuan itu dan akhirnya menggarap mereka sesuai dengan rencana, tetap saja tak terjadi reaksi seperti yang ia harapkan walaupun sudah berupaya habis-habisan menggenjot mereka hingga tulang pinggangnya terasa nyaris copot. Tetap saja tak ia dengar desahan-desahan maut yang dapat menahan agar nafsunya tak lekas melorot. Membuat ia berhenti. Memaksanya lagi-lagi harus berpuas diri dengan cara onani atau melampiaskannya di rumah dengan perempuan yang sudah terlanjur ia nikahi.

Tubuh perempuan telanjang yang tergolek di sebelahnya menggeliat. Menyadarkannya dari sejuta mimpi buruk. Merangkulnya kembali ke pesona cinta nan mabuk. Atau nafsu? Ia tak terlalu peduli. Otak sudah bukan lagi perangkat berpikir yang layak untuk dipakai pada saat masing-masing tubuh mereka dengan leluasa memainkan jarak hingga lava asmara yang sudah sarat tak lagi kuasa terbendung dan muncrat seperti cipratan kembang api nian semarak.

“Sayang, kamu kelewat sering ngelamun.”, kata perempuan itu sambil tertawa manja. Menampakkan baris rapi geliginya.
“Mikirin harus segera jalan ke rapat. Tapi berat rasanya jauh-jauh dari kamu.”, jawabnya.

Kadang ia tak mempercayai pendengarannya sendiri. Sepanjang hidup tak pernah pita suaranya bergetar begitu apik merangkai kalimat seperti yang baru diucapkannya tadi kepada satu pun perempuan, tak terkecuali istri. Tapi kalimat-kalimat seperti itulah yang kini kerap ia dengar. Membuatnya tak jarang merasa gusar. Tak akan pernah lagi ia menemukan perempuan yang begitu tulus menerima segala kekurangan fisiknya. Juga menerima setiap sen yang diberikan kepadanya tanpa pernah lebih dulu meminta. Membuat ia sering merasa bisa dan rela melakukan apapun demi perempuan itu. Jika harus membunuh pun, rasanya ia mampu.

“Sayang, kok ngelamun lagi?”
“Aku cinta kamu.”

Perempuan itu tersenyum dan menjawab pernyataan tadi dengan kecupan di kedua mata, meluncur perlahan ke hidung, terus meluncur melewati bibir hingga leher, terus dan terus menyeret kepalanya hingga sampai di selangkang yang mulai mendidih. Membuatnya merintih. Membuat tiap inci tubuhnya memohon lebih dan lebih.

Ia menatap sayu ke arah kepala yang bergerak timbul tenggelam di sela kedua pahanya. Persis di belakang timbul tenggelamnya kepala itu, terlihat tayangan berita di televisi tentang protes keras terhadap dua orang model yang berpose tanpa busana, di dalam taman indah laksana Adam dan Hawa. Ia menghela nafas lalu melirik ke arah jam tangannya yang melingkar di tangan kiri. Masih ada sisa waktu lima puluh menit lagi sebelum rapat memaksanya pergi. Waktu yang sangat cukup untuk dipakai bercinta dan mandi, sebelum meluncur ke Gedung DPR RI demi membahas Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi.

***

*Diharapkan novel “Ranjang” bisa diterbitkan tahun ini. mohon doa restu teman-teman:)

88 Comments

Add your comment

  1. ndoro kakung
    May 04 at 21:26

    buruan dicetak dong novelnya, ntar keburu isunya dah basi lo :P

  2. djenar
    May 05 at 06:49

    isu yang mana?:p

  3. antok
    May 05 at 11:56

    mbak djenar, apik cuplikannya. jadi gak sabar nunggu novelnya. oya, yang di maksud ndoro kakung itu isu UU APP. pasti aku doain bisa terbit
    tahun ini. btw, usul, kumpulan esainya mending judulnya Mereka Bilang, Saya Perek!. keliatan benang merahnya dengan buku pertama mbak djenar. and Saya Ingin Jadi Pelacur kayaknya udah ada yang pake deh. kapan ada renc ke surabaya?

    salam

  4. lite
    May 05 at 12:08

    Wahhhh, senangnya mbak Djenar sekarang ngeblog! =D
    saya sudah 3 tahun jauh dari indonesia, jadi sudah lama ngga bisa baca cerpen2, mbak, ni. hiks hiks.
    kangen, deh, baca gaya tulisnya! :’)
    looking forward for ur next stories! ;D

  5. djenar
    May 05 at 13:58

    duh antok, pake dijelasin. kan lagi ngeledek ndoro kakung:) UU APP bakalan masih lama disahkannya lah. wong cari duitnya dari rapat-rapat itu:p makasih ya advise untuk judulnya, juga makasih buat ndoro kakung, lite, juga semua yang udah mampir ke blog ini.

  6. ekakurniawan
    May 05 at 15:08

    jangan cepet2 dong. punyaku belom nih ….. (hehe)

  7. djenar
    May 06 at 07:37

    waduh ngomporin biar malez:) tenang aja, agak keteteran juga kok naq, lagi gak ada pembokat. btw, pengen nulis post tentang siff niy, tapi kok gak bisa-bisa juga ya upload foto-fotonya:(

  8. ndoro kakung
    May 06 at 20:53

    nonton siff juga? bareng pakde totot? wuih syedap. ayo ditunggu cerita :D

  9. andra
    May 08 at 04:25

    ranjang..

    aku kira isinya gimana cara membuat “ranjang” .. hihihihihi..

    ternyata isinya berkutat seputar “apa gunanya ranjang..” ..

    :)

  10. Paijo RX
    May 11 at 14:44

    Baca cuplikan ranjang aku udah bisa “menggliat-bliat” sambil “merem-melek”. Gaya penulisan Djenar memang saya sukai. Aku belajar “membaca” dan “menulis” dari kumpulan cerpen anda. Tulisan-tulisan anda menarik dan bisa aku pelajari. :)

    Kapan nich diterbitin ? :D

  11. idho
    May 12 at 15:19

    baca cuplikan na dah bqn senyum, palagi klo dah baca sampe abiz. apa jadi termehek-mehek kah?
    senang bertemu Djenar disini.

  12. kuyazr
    May 12 at 20:35

    “hey..hey…I saved the world today…
    everybodies happy now & bad things gone away..” (cuplikan lagu dari Eurythmics, “I Save The World Today”) mmm…kayaknya cocok buat soundtracknya novelm (novel film) ranjang…deuu…yang akan datang…

  13. putra
    May 19 at 19:33

    aku fans djenar! skripsi saya bahkan tentang cerpen2 djnear. mbak djenar mohon bantuannya. bagaimana saya bisa menghubungi mbak. terima kasih. kita semua tunggu novelnya!

  14. djenar
    May 20 at 07:17
  15. hoho
    May 21 at 20:26

    dulce et utille

  16. luh de
    May 25 at 04:53

    haha…awalnya saya males baca karena judulnya “ranjang” dan paragrap pertamanya. karena stereotipe djenar. udah kenyang kalo udah baca2 judul novelnya aja. “mungkin efek bercinta cepat saya”. but, setelah memaksa baca semua paragraf-apalagi paragraf pemungkas di akhir, damn hot.

  17. sazi
    May 26 at 20:59

    nah.. baguslah klo dah mau terbit lg novelnya. Dah bosen keluar masuk gramedia g nemu novel2 indo yg bgs lg.

  18. sarastia
    May 29 at 22:53

    segera aja buat bokep sekalian bu…kata temen2 cowokku, mbak bisa gantiin posisinya anita carrera kok.

  19. sarastia
    May 29 at 23:08

    ya tapi mau gumana lagi ya, tu potret perilaku anggota dpr kita ya?. tapi, bukankag dalam seni fotografi kita diajari begitu banyak teknik- dari sudut pandang sampai pencahayaan- yang mendorong kita memilih jadi fotografer kacang pa beras delanggu.he3.aku gak pernah suka cerpen2mu sih.centil dan gak penting banget.he3.

  20. wija
    May 30 at 21:45

    Ini dia, baru namanya sastra! Bukan cuma jual cerita, pasal-pasal cinta!

  21. Henry
    May 31 at 16:36

    Mbak, tulisan mbak makin asik aja…
    Sukses ya…
    Oh ya, aku pengen banget nih belajar menulis dengan mbak…
    Gimana ya????

  22. ekakurniawan
    May 31 at 22:44

    sarastia:
    nggak ada itu anita carrera, yang ada asia carrera. bintang porno ngetop, salah satu favorit saya waktu kuliah. hehehe. sayang dia sudah meninggal. tapi jangan kuatir, sekarang ada sora aoi, bintang porno jepang yang keren abis. btw … tapi mereka bukan penulis, tuh? kalo penulis porno yg ngetop di indo, kita bisa sebut anny arrow. saya belum pernah menemukan penulis porno sekarang yang sekeren dia, seperti saya juga belum pernah menemukan penulis silat sekeren kho ping hoo. mungkin sekali-kali perlu juga dibandingin sama marquis de sade, hehehe. nggak cing, sade lebih banyak mengumbar kekerasan, sementara arrow lebih ke berahi. btw, sastra indonesia sebenarnya banyak variasinya. sayang kritikus macam HB jassin (dan para pembaca), tak bisa menjangkau semua itu. sayang! sayang!

  23. dma
    Jun 01 at 08:35

    naq eka, rasanya sarastia memang gak cuma ngomongin teks. komen yang pertama ngomongin film (bokep), yang kedua fotografi dan teks:) yesh i love asia carera n’rocco!

  24. dma
    Jun 01 at 08:39

    henry,
    sy juga masih tetap dalam proses belajar. jadi gak bisa ngajarin. kalau sekadar tip, belajar menulis adalah dengan menulis. jadi nulis aja terus ya..dulu mas seno gumira pernah kasih sy wejangan, dari 1000 tulisan yang jadi, pasti ada yang bagus. met berkarya ya. makasih udah mampir ke sini.

  25. wijawijayanti
    Jun 01 at 18:02

    Wah… Mas Eka bijak sekali…
    Dan saya setuju sekali…
    Sayang memang, ada pembaca dan kritiskus yang tidak bisa menikmati, minimal menghormati semua varian sastra. Bersyukurlah yang tidak termasuk golongan tersebut.
    Dan… Rocco siffredi memang, oh yes! Mbak Djenar :) buruan RANJANG-nya, mumpung Max Moein sedang wara-wiri di tv.

  26. inu382
    Jun 02 at 16:56

    ditunggu nih ‘Ranjang’ nya

    hehehe ud gak sabar pengen baca nya hehe

    btw mbak Djenar masih malas pake kacamata aja nih? hehe

  27. frankee96
    Jun 14 at 05:01

    “……dua orang model yang berpose tanpa busana, di dalam taman indah laksana Adam dan Hawa.”
    Aha…baru ingat saya…si Adam-nya kan pemeran utama di “Koper”…hehehe…( sayang saya lupa siapa yah yg dulu jadi Hawa-nya…,dulu mau datang ke pamerannya tapi gak sempat )
    Mencuplik kisah nyata rupanya…

  28. Fajar S Pramono
    Jun 14 at 20:09

    Salam kenal.

    Tentang karya, tak perlu komen baru : tetep bagus abis!

    Aku termasuk yang berdo’a agar taon ini kamu bisa terbitin buku. Sudah lama perpus rumah-ku nggak keisi buku baru kamu.

    Tentang judul, setuju Antok : Mereka bilang, saya perek! Klo yg satunya, emang mirip ama novelnya Gus Muh : Tuhan, izinkan aku jadi pelacur!

    Sukses, Djenar!

  29. kiki febriyanti
    Jun 18 at 19:39

    Wewww…. gak sabar nih nunggu “RANJANG” !!!!!

    Q boleh mnta tanda tangannya gak mbak?

  30. eka
    Jun 19 at 15:56

    can’t hardly wait 4 Ur “RANJANG”..
    tetep selalu bikin aku amaze..

    Jia You Mba Nai!!

  31. Putra
    Jun 19 at 16:02

    pokoknya aku dukung selalu karya djenar!

  32. kiki febriyanti
    Jun 19 at 19:55

    kangen berat nih ma karya seorang DJENAR MAESA AYU….

  33. Budi Harsoni
    Jun 20 at 17:04

    mbak, aku jatuh cinta sama buku cerpen cerita pendek tentang cerita cinta pendekmu. setelah itu aku kehilangan jejak-jejak untuk menemuimu di malam-malam sepiku.
    aku menulis surat cinta pendek untukmu. kemana kan kulayangkan mbak???
    thanks…

  34. Budi Harsoni
    Jun 20 at 17:07

    kuharap novel “ranjang” segera terbit tanpa aral. aku ingin melihat penis sicukong dan menertawainya di dalam imajinasiku. mbak, selamat ya…

  35. Iman sutejo
    Jun 22 at 10:01

    Minus-times memang lebih mengasyikan untuk membuat “action” apalagi urusan “make love” …
    Kesempitan selalu dicari-cari dimana..mana.

  36. djenar
    Jun 22 at 23:10
  37. fish
    Jun 22 at 23:30

    keren tils!!! ;)

  38. djenar
    Jun 22 at 23:33

    thanks tols!

  39. nden
    Jun 23 at 16:42

    can’t hardly wait neh mbak buat novel ranjang nya..
    ^^

  40. sampah
    Jun 24 at 15:36

    Ceu……
    Ranjang mane blom keluar ……!!!
    Lumayan Kan Temen Buat Ditoilet……!

  41. Gina
    Jun 29 at 09:44

    Djenar, gue jadi inget waktu sd ,elo duduk dipojok sibuk sendiri eh sekarang beneran jadi penulis, T.O.P BANGET deh gue suka tuh jujur banget bikin Gerah, untung gue disini dingin heheheh… , gimana caranya gue bisa dapet novel lo disini yach , gue soalnya kebuang sampe di ujung dunia sini
    Peace

    Gina

  42. shanty
    Jun 29 at 20:01

    mbak djenar.. jujur saya fans berat mbak. saat ini saya tinggal di bengkulu, mbak tahu nggak, susah banget dapatin buku mbak disini. adapun cuma bajakan. sebenarnya aku sangat menyayangkan banget hal itu mbak. tapi ketimbang aku ga baca karya-karya mbak yang begitu ajaib, mau gimana lagi.

    ku cuma bisa berdoa moga-moga novel mbak yang akan datang bisa terbit dengan sukses dan tanpa bajakan tentunya.

  43. djenar
    Jun 29 at 22:03

    gina, SD yang mana yak. gue pernah di PSKD ma MEXICO. sorry boz ingetan gue pendek. pan lu tau gue demennya menyediri gitu kagak gaul. lu di mana sekarang?

    buat yang lain yang nunggu novel ranjang, sabar ya….gue juga udah bt banget neh gak kelar-kelar! thanks supportnya.

  44. eL
    Jun 30 at 10:26

    nggak sabar tunggu buku di terbitkan, bebarapa minggu yg lalu liat mb di metro-tv membahas soal novel mb yg dianggap pornografi, saya setuju sm apa yg dibilang mb, masih byk hal yang lebih besar yang harus dibahas dari pada masalah pornografi yang kadang “menggelikan”.
    keep on written mb djenar, you’ll always be my favorite author

  45. Binhad Nurrohmat
    Jul 05 at 05:43

    seekor kuda sedang menunggu ranjangmu. keep on desire. salam dari seoul…

  46. Binhad Nurrohmat
    Jul 05 at 05:48

    MAJU TAK JENAR!

  47. sam
    Jul 09 at 13:42

    Djen, jgn galak-galak geto dunk. Wah, lu kalo dah ngomong soal ehem “sesuatu diantara pusar dan lutut” bahasanya bikin kita gak bsa ngimajinasi lagi. Anyway, aku tetep salut ma keberanian lu.

  48. alph
    Jul 10 at 13:55

    wow intrik konspirasi level atas…!!?? hmm… :p pasti lezaats deh… ayo da ga sabar tunggu tanggal Terbitnya

  49. mirza
    Jul 11 at 18:11

    gak sabar neh ranjang turun…(ato turun ranjang?hehehe..)
    secepatnya ya…dah abis referensi novel buat dibaca neh…

  50. djenar
    Jul 12 at 00:52

    binhad! kuda udah berani makan babi di ranjang seoul kagak!:)

  51. Putra
    Jul 12 at 12:41

    mbak djenar, saya udah kirim surat via imelnya mbak djenar. balas ya, thank u

  52. Manji
    Jul 14 at 15:07

    Hai Jenar! gak sabar nunggu cerita ini diterbitkan.

  53. Rully
    Jul 15 at 21:36

    buruan terbit…………………….

  54. iski
    Jul 17 at 16:42

    mbak Nay, apakah bentuk sedemikian penting sampai isi agak dinafikan. menurut saya, mbak menulis yang itu-itu saja meski sangat jenius dalam pengemasan dan pencarian bentuk. ditunggu tema-tema lain..

  55. fajri
    Jul 22 at 02:12

    wah, baru baca dikit aja, saya langsung clengak-clengok kiri kanan, kalau-kalau ada yang lihat. Saya takut dikira baca buku porno. Tapi seperti novel-novel dan cerpen-cerpen Jenar yang lain, saya rasa banyak makna yang akan didapat setelah membaca “novel penyingkap tabu” itu. Lekas dilempar ke pasar ya, Jenar. Saya tunggu di Padang.

  56. alineabaru
    Jul 24 at 14:42

    menunggu novelmu

  57. bernike
    Jul 25 at 11:53

    seperti fsjri, saya juga tunggu di bandung..

  58. bernike
    Jul 25 at 11:54

    maksud saya fajri…

  59. fajri
    Jul 26 at 06:43

    kapan beredar novel itu, bu Djenar? moga sukses terus ya jadi novelis sekaligus blogger sekaligus sutradara sekaligus cerpenis sekaligus ibu. saya juga pengrajin cerpen dan puisi kecil-kecilan di padang.

  60. ayu
    Jul 28 at 08:32

    wow.
    cant wait for this.
    how can i get a hold of ur novel in melbourne, mbak djenar?

  61. Rabetsa Kariono
    Jul 28 at 14:48

    Mbak.

    Aku suka baca2 novel terjemahan, tapi lebih suka baca novel2 lokal lho( Indonesia)

    Kalau bisa, aku minta salah satu novel mbak ( soft copy nya aja) untuk di kirim ke email saya, untuk di nikmati sendiri, gimana?

  62. erika
    Aug 01 at 20:06

    pertama kali saya beli buku cerita pendek ttg cerita pendek…
    menurut saya mbak djenar itu luar biasa…
    saya suka banget tulisan2 mbak djenar…
    kepingin banget bisa punya insipirasi penulisan yang unik kayak mbak…
    saya bisa lihat2 tulisan mbak djenar yg lain?

  63. Binhad Nurrohmat
    Aug 02 at 07:10

    Annyong haseyo, selamat pagi.
    Seoul musim panas, makin panas.
    Aku bermimpi novelmu terbit menjelang Pemilu.
    Jangan berpartai ya, Nay. Making love aja haha.
    Kamsa hamida, terima kasih.

  64. JoChan
    Aug 05 at 08:51

    wahhhhhhhhh… patut di tunggu nihh…
    nga sabar euy baca lagi..

  65. shanty
    Aug 05 at 09:53

    mbak, usul nih.
    gimana kalo novel-novel mbak juga dipajangin di blog ini jangan cover nya aja. aku belum sempat baca novel Nayla, cari ditoko udah kagak ada lagi. biar tambah lebih berisi gitu. he..he..

  66. siLLy
    Aug 05 at 17:44

    mbaK djenar saya suka sekali sama buku-buku mbak.
    bisa ga saya belajar menulis sama mbak?

  67. koelit ketjil
    Aug 17 at 18:31

    Saya ingat dlm sebuah infotainment mewawancarai mbk Jenar dan jd ingat jg dg cerpen karya mb Jenar yg berupa sms, jadi benarkah anda tdk bmasalh dg pselingkuhan badan sementara cinta dan pikirannya msh kepada istri/suaminya? bukankah manusia tidak ingin dipenjarakan cinta dan pikirannya?

  68. Hendri Kurniawan
    Aug 19 at 15:51

    Detail banget nee…gw suka detail gaya ceritanya…
    Emang ada anggota dewan yang curhat ke mbak ya….
    hehe.he..h.e..

    segera dicetak seh mbak……tak tunggu nee bukunya…..

    Andre

  69. anja
    Aug 20 at 12:01

    mba kepikiran bikin grafik novel ga, menarik tuh apalg buat yg ga gitu suka liat tulisan panjang2

  70. Charlie M. Sianipar
    Aug 20 at 12:33

    Baca bocorannya saja sudah menarik.
    Kita tunggu saja.

  71. [...] Djenar Maesa Ayu - dari blognya dia [...]

  72. dargombes
    Aug 27 at 15:08

    hiyaaa…ha…ha…ha… munafiker-munafiker di gedung DPR sana bisa kelojotan tuh…..

  73. megrf
    Sep 02 at 21:20

    lincah, lancar,..bak air yang mengalir. Sungguh enaak di baca, cepatan dong terbitkan bukunya..

  74. andi
    Sep 05 at 02:44

    mbak djenar, u memang keren apalagi saat ngerokok.keren abis,,,
    0 ya,siapa anak kecocokan jiwa mbak(gibran:cinta) ?
    1 lagi film MBSM yg meranin adjeng itu adeknya mbak ya?

  75. cempRutz
    Sep 09 at 11:37

    waaaaah,,,,

    baguzz bangEtzzz,,,

    aYo mbak ndang diterbit-in,,,

    smangatzzzz

  76. yohan rosalina marpaung
    Sep 15 at 19:38

    I wish could be like u.Berani,imajinatif,Transparasi, and History Maker ! My Question is:Dari semua cerita yang djaenar tulis,adakah peranan djaenar ,salah satu tokoh diceritamu?..

  77. djenar
    Sep 18 at 23:18

    ada! monyetnya!:)

  78. d14n
    Sep 22 at 14:31

    m’bak, wah gimana nich ! ruu app besok di sahkan ya ?
    ya, maklumlah banyak orang-orang yang munafik. di depan keliatan polos, tapi dibelakang itu semua lebih parah.
    wah….! laskar pelangi, ok juga tuh !

  79. BINHAD
    Oct 01 at 09:37

    RUU APP? Maju tak jenar.

  80. gyza
    Oct 13 at 19:13

    kerennnnnnnnnnn bgt
    sumpah
    ga sia2 aku jadi penggemar mbak djenar
    kirimin aku mail ya mbak
    pleasss
    kalo bisa yang ada pictnya mbak djenar
    heuehue

  81. uncu
    Oct 15 at 21:44

    Dulu gw impoten nonton film Indonesia.Gw tengsing menurunkan strata selera seni gw yg ‘nyeni’ mjd selera seni murahan.Film Indonesia apapun gw udah gak ada napsu. Sdh ‘Disfungsi Ereksi Tingkat Parah’ deh. Mau sutradara sekelas Nia Dinata kek,gw bener2 hopeless. MBSM mulai membangkitkan napsu gw yg sdh lama mati,walaupun gw loyo jg sblm berperang di 12 menit pertama film ini.Tapi lumayanlah Djen! Film ini beda! Gw suka film2 kelam. Bikin lagi Djen yg lbh kelam. Tp jgn yg vulgar gambar seksnya spt MBSM.Gw anak baek2 sih.

  82. mantan kyai
    Oct 16 at 13:07

    wkakakakaka… ancen mbak jenang eh jenar ini ruar biasa… kuereeen

  83. uncu
    Oct 16 at 21:06

    Henidar bilang u/ jd sutradara,Djenar kursus 3 bln ya? Someday, I’ll a movie too. I have a great story based on true story. About education system in Indonesia. Including health services. It’ll not a documentary movie. But intrique among doctors, and a true beautiful friendship about 2 women with different religion, different cultures,attitude,taste,almost in every levels of social life. But something a dramatic tragedy happened that made them become bestfriend. It’s a true story&happened just in Indonesia.Not in another country. I’ll make a script with my own. I’ll do directing also,with Henidar. Editing as well. Finantial support with my own money. That movie will be the darkest movie that ever make in Indonesia. I’ll take a short course about how to make a movie for 3 months too in Malaysia. But most of all, I have to finish my master program here. Wish me luck,Djen! I wish I’ll be your competitor in next future year.

  84. gezt a.k.a ninna
    Oct 18 at 18:24

    setelah wawancara waktu pre-screening cinta setaman, saya s4 bikin ulasan ttg ranjang..
    bisa diklik di bawah ini mbak djenar..
    http://showbiz.vivanews.com/news/read/2723-_ranjang__djenar_baru_40_persen

  85. mr penyair
    Oct 29 at 00:08

    Karyanya terlalu jorok mbak!Terlalu vulgar.Kasihan pembaca

  86. maria_sari
    Nov 02 at 09:58

    cetak novelnya pake kertas ringan aja mbak…hehe…

    mbak uda ada UU pornografi tuwh…bete deh…

    nanti pasti orang-orang yang suka nyari masalah ngutak-atik novel-novel yang jujur banget dikaitin sama UU baru itu…..

    padahal karya sastra yang jujur dan banyak ditemui di Indonesia banyak yang mengungkapkan keindahan dengan vulgar……

    tapi semangat Mba Djenar!!!
    ada unsur kritisnya juga ko mba!

  87. yana
    Nov 09 at 17:48

    bak……… karyanya…… jujur vulgar…juga menggiit……. deh……….. bagi pembacanya………………………..

  88. demustaine
    Nov 13 at 16:23

    luar biasa, moga ranjang segera terbit, dan selalu menarik untuk “ditiduri”.

    pengen juga belajar gimana caranya mbak djenar bisa mengeksploitasi kata.

    masyarakat kita lebih suka dibingungkan dengan urusan kata2. namun dengan makna, tabu mereka mbak djenar jerat secara pelan-pelan dan menggairahkan.

Post a comment