May 20
I

Saya terbangun karena suara telepon. Saya pikir Phillip, yang memang berjanji akan menelepon kalau ia sudah tiba di hotel untuk meeting dengan Shanty Harmain jam delapan pagi. Tanpa melihat jam saya langsung menjawab telepon, “Morning, Phillip.” Ternyata bukan Phillip. Dan jam baru menunjuk ke pukul lima dini hari (siapa dan pembicaraan apa yang terjadi di telepon tidak akan saya tulis di sini, dong..enak aje!:p). Yang jelas saya jadi tidak bisa tidur lagi. Untungnya kepala saya tidak terasa berat akibat banyak alkohol malam tadi. Bir dan Tequila, entah kenapa adalah kombinasi yang tidak akan pernah membuat saya hang over!
read all »
May 12


Tanggal 11 April 2008, saya terbang ke Singapura. Itu bukan pertama kalinya saya datang kesana untuk menghadiri Singapore International Film Festival. Tahun lalu saya mewakili Film “Koper” (the lost suitcase) sebagai aktor, ke Singapore maupun Bangkok International Film Festival bersama Maya Hasan dan Richard Oh sang sutradara.
read all »
May 10

Mungkin, saya tidak lebih layak untuk mempresentasikan Sjuman Djaya yang akrab saya panggil Bung, baik dari sudut pandang Sinematografi bahkan sebagai anak, dibanding kedua anak Bung Sjuman yang lain dari hasil pernikahan pertamanya dengan Farida Oetoyo, Arya Yudistira Sjuman dan Sri Aksana Sjuman. Kenapa? Pertama, saya penikmat. Bukan pengamat. Kedua, dibanding kedua kakak saya, kualitas maupun kuantitas pertemuan saya dengan Bung Sjuman sendiri terbilang yang paling minim.
Beruntung Bung Sjuman mengambil jalur seni semasa hidupnya, sehingga karya-karyanya maupun kiprahnya sebagai seorang seniman, memungkinkan saya atau siapapun, tetap punya kesempatan untuk mengenal beliau lebih jauh.
read all »
May 03
RANJANG 3/10/05 11:48:59 AM
Tubuh perempuan telanjang yang tergolek di atas ranjang itu memancing kembali gairahnya. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum rapat memaksanya pergi. Waktu yang sangat cukup untuk dipakai bercinta dan mandi.
read all »
Apr 19

Tidak ada seorang pun yang tak suka uang. Saya, apalagi. Tapi yang namanya uang, tidak suka orang. Karena itu mustahil mengharapkan uang mengetuk pintu rumah dan langsung lompat ke tangan. Uang tahu kalau ia begitu dibutuhkan. Maunya dicari, tak mau begitu saja datang.
Celakanya, walaupun saya suka uang, saya tidak suka mencari uang. Mendengar kata “bekerja” rasanya malas betul! Cuma apa mau dikata, saya tidak seberuntung orang-orang yang kekayaannya tidak habis dimakan tujuh turunan. Satu turunan saja hidup saya pas-pasan. Jadi mau tak mau saya harus bekerja, walaupun sekali lagi, rasanya malas betul!
read all »
Apr 16

Sekarang film Mereka Bilang, Saya Monyet! sudah bisa ditonton dalam bentuk DVD.
Synopsis:
Adjeng adalah seorang penulis cerita anak-anak yang sedang memberontak pada hidup. Masa lalunya penuh pelecehan, baik secara verbal oleh ibunya, maupun secara seksual oleh pacar ibunya. Hal ini menjadikan Adjeng seolah berkarakter ganda. Sebagai anak yang manis di depan ibunya, namun sangat liar kala bersama teman-teman dan pacarnya.
Diangkat dari 2 cerpen Djenar Maesa Ayu : Lintah dan Melukis Jendela.
read all »