Monyet Itu Baik-baik Saja
Apr 16
Oleh: Adi Wicaksono
Setelah dikenal sebagai penulis cerita pendek, kini Djenar Maesa Ayu muncul dengan film Mereka Bilang, Saya Monyet!
Bukan sebuah kebetulan jika dalam film debutnya ini, ia bercerita perihal kehidupan perempuan penulis pula. Tentu, Djenar tidak berkisah mengenai liku-liku karier kepenulisan, melainkan sejenis paradoks yang dialami oleh seorang perempuan muda kelas menengah kota Jakarta yang mengidap trauma dan disorientasi akut.
Dan sebagaimana lazimnya kisah semacam itu pagi-pagi kita bertemu dengan kisah gelap tokoh utamanya (Adjeng) di masa kanak-kanak akibat perceraian orangtuanya. Ia mengalami “kekerasan” dan pelecehan seksual. Ia terisolasi dari lingkungannya, lalu tumbuh menjadi perempuan yang labil, ugal-ugalan dan permisif. Ia menjadi simpanan seorang bos, suka dugem, dan tinggal di apartemen. Ia juga berpacaran dengan seorang penulis senior yang sudah beristri. Yang unik dari si tokoh ini adalah, meski suka semau gue, ia menjadi anak manis di depan ibunya. Ia takluk oleh bayang-bayang otoritas mama. Kisahnya berkisar pada proses pengendapan trauma dan “pemberontakan” terhadap kungkungan otoritas dipadu dengan kegelisahan kreatif tanpa henti dari seorang perempuan yang hendak merefleksikan pengalaman tersebut ke dalam tulisan-tulisannya.
Selanjutnya baca di adiwicaksono.com













Jul 02 at 22:53
ajeng d film BSM yg dsebut sudah tidak lagi muda, bertetek kecil dan turun terbukti mampu mnyedot perhatian para penikmat seni film spt saya.
jujur saja saya mersa masuk k dunia Ajeng, saya juga penulis yg selalu gerah untuk brkreasi.
pernah mncoba dugem dan alkohol.
terbukti Djenar tidak hanya mampu bercerita,tetapi ia juga mampu mnyajikan sesuatu sesuai kapasitasnya.
superb!
splendid!
success 2 Djenar.
setelah MBSM, saya tunggu film JGN MAIN2 DGN KELAMIN, NAYLA dan Cerpen ttg cerita cinta pendek!
allways!
rangga