MBSM cukup menarik. Garapan musiknya oke. Akting semua pemain juga lumayan. Cuma ada yang kelihatan mengganggu. Dikit aja. Tidak banyak. Soal “dering telpon”. Hampir tiap adegan dan dialog selalu diinterupsi oleh bunyi dering telpon. Pembukaan film juga diawali oleh dering telpon. Telpon kerap berdering dan menginterupsi. Seolah-olah dering telpon menjadi penanda peralihan adegan; dari satu adegan ke adegan lain. Kita sadar, emang kita lagi di era tekno-media-cell. Hari-hari kita berada dalam lingkaran tekno-media-cell. Telpon di ponsel kita kerap berdering, dari kawanlah, rekan kantorlah, atasanlah. Pertimbangkan lagi deh, Mbak Djen, kalo mau buat film lagi, jangan lupa editing prosesnya dibikin cermat untuk hal-hal kecil tak terduga tetapi mengganggu.
ditprat Jul 17 at 05:46
ok sip
bernike Jul 25 at 11:16
bLum liat sih, tp sepertinya keren sekali…
Azwar (Bulan Luka dan Senja) Aug 14 at 21:51
mbak, mudah-mudahan masih ingat,
kalau pun tidak ingat, itu hal yang lumrah
salam kenal..Percaya nggak ..konon dikota makassar Film ini disabotase..gara2 ada pihak tertentu (Org kaya ) yang tersinggung dengan “monyeet” . Mereka merasa dihina sekeluarga? Kok bisa yah? nggak percaya buktikan sendiri!
jah, serius loo? di makassar bo?
waduhhh…
jeung djen, ud buktikan blun? mbok yaa direportasekan hasil pembuktianmu…
*ini nyuruh jeung
R_akar May 31 at 08:07
wow…wow…wow…wow……
mbak djenar wow!
ada 3 kata yang bisa mewakili sedikit dari kemisteriusan djenar:
1. Kreatif
2. Liar
3. Gila
tapi bukan monyet loh mbak…
Post a comment
Aside category not selected. Please provide a category slug if you're using non-dynamic sidebar.
Jun 27 at 21:50
salam kenal yaaaaa
Jul 09 at 13:31
MBSM cukup menarik. Garapan musiknya oke. Akting semua pemain juga lumayan. Cuma ada yang kelihatan mengganggu. Dikit aja. Tidak banyak. Soal “dering telpon”. Hampir tiap adegan dan dialog selalu diinterupsi oleh bunyi dering telpon. Pembukaan film juga diawali oleh dering telpon. Telpon kerap berdering dan menginterupsi. Seolah-olah dering telpon menjadi penanda peralihan adegan; dari satu adegan ke adegan lain. Kita sadar, emang kita lagi di era tekno-media-cell. Hari-hari kita berada dalam lingkaran tekno-media-cell. Telpon di ponsel kita kerap berdering, dari kawanlah, rekan kantorlah, atasanlah. Pertimbangkan lagi deh, Mbak Djen, kalo mau buat film lagi, jangan lupa editing prosesnya dibikin cermat untuk hal-hal kecil tak terduga tetapi mengganggu.
Jul 17 at 05:46
ok sip
Jul 25 at 11:16
bLum liat sih, tp sepertinya keren sekali…
Aug 14 at 21:51
mbak, mudah-mudahan masih ingat,
kalau pun tidak ingat, itu hal yang lumrah
mbak, boleh minta email nya?
email ku ad_athif@yahoo.com
Aug 24 at 22:43
salam kenal..Percaya nggak ..konon dikota makassar Film ini disabotase..gara2 ada pihak tertentu (Org kaya ) yang tersinggung dengan “monyeet” . Mereka merasa dihina sekeluarga? Kok bisa yah? nggak percaya buktikan sendiri!
Dec 07 at 05:56
jah, serius loo? di makassar bo?
waduhhh…
jeung djen, ud buktikan blun? mbok yaa direportasekan hasil pembuktianmu…
*ini nyuruh jeung
May 31 at 08:07
wow…wow…wow…wow……
mbak djenar wow!
ada 3 kata yang bisa mewakili sedikit dari kemisteriusan djenar:
1. Kreatif
2. Liar
3. Gila
tapi bukan monyet loh mbak…