HARI KETIGA DI NEGERI SINGA
Jun 08
Semalaman saya sulit tidur. Hari ini adalah hari yang amat istimewa: pemutaran film “Mereka Bilang, Saya Monyet!”, pemutaran film “Kerikil-Kerikil Tajam” dan “Si Mamat”, dan tentu saja Awarding Night. Terus terang, saya tidak berharap menang. Saya lebih takut film MBSM tidak disukai orang. Juga takut tidak banyak penonton yang datang. Padahal pemutaran filmnya di Museum Nasional. Menurut Phillip, kapasitas tempat itu mampu menampung sekirang 400 orang. Pasti akan sangat terlihat kosong jika hanya sedikit yang datang.
But the show must go on. Jam 7 saya berangkat mandi, lalu turun ke coffee shop untuk sarapan pagi. Yang penting perut harus sedikit terisi karena saya tahu akan banyak mengosumsi alkohol hari ini. Tak lama Akang dan Titi menyusul. Seperti biasa, saya dan Titi memakai baju yang hampir mirip, atasan batik dan celana pendek. Untung warna dan modelnya beda. Kami sering sekali memakai pakaian yang sama walau tidak janjian. Kami pernah bertemu ketika sama-sama memakai tank top hitam, sandal hitam, dan celana batik dengan motif dan model yang benar-benar sama! Di lokasi syuting pun saya dan Titi pernah bersamaan memakai atasan ungu (dengan model sama) dan legging hitam. Tak ayal para kru sering salah memanggil saya jadi Titi, dan Titi jadi saya, Kebetulan yang benar-benar membingungkan.
Setelah mobil jemputan datang, kami segera meluncur ke Munas dan menyempatkan mampir di 7 Eleven untuk membeli beberapa kaleng bir. Yang di mobil teriak, “Nai, ini masih jam 9 pagi!”.

Di Munas, kami sempat main-main instalasi yang memang diperuntukkan bagi pendatang untuk berkreasi. Setelah itu kami langsung menuju ke bawah. Ternyata sudah ada beberapa orang yang datang. Saya kabur keluar untuk merokok, minum bir, sambil mengamati berapa jumlah yang datang lewat pintu kaca besar. Dan tamu-tamu pun berdatangan! Saya tidak bisa memercayai penglihatan saya ketika satu persatu tubuh tamu muncul di eskalator yang bergerak turun. Akang, Titi, Phillip, John, Azhar, kadang menemani saya yang sedang nervous. Saya juga sempat bilang ke Phillip, selain tidak mau ada sesi tanya jawab, saya tidak mau maju ke depan untuk diperkenalkan. Phillip manggut-manggut. Nyatanya sebelum pertunjukan dimulai, ia tetap memanggil saya ke depan. Dia bilang ke penonton, “Karena Djenar pemalu, kasih applause hangat dulu biar dia gak malu untuk maju!” Huh!
Saya terpaksa maju memperkenalkan diri di depan sekitar 250an penonton (menurut kalukulasi Phillip berdasarkan kapasitas ruangan), menyambut mereka, berterima kasih, dan juga mengajak Akang dan Titi untuk maju ke depan. Ketika memperkenalkan Titi Sjuman sebagai pemeran utama, sekaligus music director bersama kakak saya dan suaminya (atau saya bisa bilang, suami kami-saya mencandai) Aksan Sjuman), saya tidak pernah menyangka penonton menganggap itu serius. Menurut Titi, selepas film diputar ada yang menanyakan apakah benar kami punya satu suami? Mungkin bulek-bulek itu sudah mafhum kalau di Indonesia banyak yang berpoligami.
Lampu dipadamkan. Saya tidak sanggup duduk di kursi penonton. Seperti waktu acara Premierre MBSM di Blitz, saya memilih duduk di samping dekat pintu keluar. Sepanjang pertunjukan saya membuka telinga lebar-lebar dan mengusir siapapun yang berdiri dekat-dekat termasuk Phillip. Ternyata penonton-penonton di sana lebih ekspresif. Kalau ada adegan seram mereka bersuara, Hiiiiii,,,, Kalau ada adegan lucu mereka terbahak-bahak. Ada beberapa adegan yang tidak menimbulkan tawa penonton di Jakarta, tapi di sana mereka tertawa. Juga desahan-desahan semisal Aaaaah…atau Hiiiiii…tadi. Di tengah pertunjukan, ada yang memberitahu kalau saya kedatangan tamu. Ternyata Pak Hatoek. Beliau tidak bisa nonton karena harus kembali ke Jakarta. Beliau datang hanya untuk memberi support dan mengantar makanan. Aduh Pak Hatoek, terima kasih banyak. Tapi saya benar-benar tidak bisa makan. Masih jantungan!
Pada akhirnya saya cukup lega juga karena tidak ada penonton yang keluar sampai film berakhir. Namun..tidak juga ada yang tepuk tangan! Saya kembali panik dan langsung ngeloyor keluar ruangan. Tapi baru saja sampai di pintu, terdengarlah suara tepuk tangan. Otomatis saya berbalik badan. Terlihat di layar kalau nama saya sebagai sutradara baru keluar (saya memang tidak mencantumkan nama saya sebagai sutradara ketika film berakhir, melainkan nama-nama pemeran terlebih dulu). Kini saya baru tahu, ternyata bertepuk tangan juga pakai aturan toch? Tapi tangan saya sudah keburu memutar gagang pintu, sehingga saya tetap keluar ruangan dan lagi-lagi kabur merokok dan minum bir di luar.
Yang pertama kali tahu tempat “mangkal” saya adalah John dan Azhar. Mereka menyambangi sambil memberi selamat. Saya tidak berani menatap mata mereka. Mata tidak akan pernah bisa berbohong. Dan saya terlalu takut mengetahui kalau kata selamat mereka hanyalah basa basi saja. Lalu Phillip dan Mas Arya Gunawan memberi selamat. Menurut mereka sebagai film pertama dan sebagai sutradara yang belum dikenal, didatangi penonton 250 orang sangatlah bagus. Jadi pertunjukan tadi bisa dibilang cukup sukses. Amien! Setelah itu wartawan Jerman mendatangi saya. Ia tidak mengira kalau filmnya “well made” , dalam arti tidak “underground” mengingat budgetnya terbilang minim. Pendapat yang sama dilontarkan beberapa penonton, juga Dustin Nguyen sebagai salah satu juri SIFF yang amat mengagumi akting Titi. Saya memang membuat film sesuai kemauan saya, idealis, istilah orang. Tapi saya juga tetap berpikir masalah komersial. Belum waktunya bagi saya membuat film yang benar-benar eksperimental. Industri Perfilman Indonesia belum bisa mengakomodirnya. Kalau dengan kondisi seperti ini saja MBSM hanya dapat menarik 4000an penonton, apalagi kalau saya bikin yang benar-benar “gila”? Pasti tidak ada bioskop yang mau memutar. Jadi kalaupun proyek film eksperimental saya selanjutnya akan saya buat, saya sudah harus siap kalau film itu tidak untuk konsumsi Indonesia. Saya memang sudah berpikir hanya akan memutarnya di festival-festival luar saja. Dan tentu saja, siap rugi!
Waktu pun berjalan. Akhirnya Titi keluar sambil marah-marah. “Curang kamu kabur! Aku yang jadinya dicegat penonton dan harus jawab pertanyaan”. Lucu sekali mimik mukanya, meski tetap kelihatan cantik. John dan Azhar memisahkan diri untuk mencari makanan. Sementara saya, Akang, Titi, Phillip, dan wartawan dari Jerman berangkat naik bis menuju Lido Classic, tempat film “Kerikil-Kerikil Tajam” akan diputar.
***
To be continued:)
















Jun 09 at 10:52
wew,,
smakin menarik hehehe
ayo2 mbak,, tulis lagi lanjutan cerita jalan2nya hehe
Jun 13 at 00:11
uhm… emang benran yah mba pemalu.. masa sie??
wah grogi bgt yah mba.. tp sukses khan (katanya..)
sukses wat projek selanjutny yah n beredar terus di pesbuk..hehehe…
Jun 14 at 23:46
mba djenar.. saya baru baca buku2nya.. n bagus bgt.. saya suka semuanya.. mantap!
saya mao tanya, gimana cara dapetin cerpen mba yang ‘menyusu ayah’ itu? saya penasaran bgt pengen baca..
thx u..
Jun 15 at 02:21
thanks tachan, menyusu ayah kan ada di buku jangan main-main dengan kelaminmu:) cheers
Jun 17 at 16:45
nyesel banget..huhuhu…ga ntn…gatau malah sama skali kalo ada pemutaran filmnya d s’pore..huhuhuhuhuh T.T
tiap kali balik jkt, pasti hunting buku² mbak djaenar..tapiii..susahnya minta ampun..ihiksss T.T
tolong mbak..sarannya..biar bisa langsung borong skalian buku²nya…cuappeeee aku nyarinyaaaaa…:D
Jun 18 at 08:52
suka jalan2 yah. seru2. mampir2 ke blog saya
ada novelnya loh .. promosi.com
Jun 18 at 20:03
Mba Nai.. msh inget sm aku ga? Eka yg ketemuan di citos?? ngarep.com
Aku nton MBSM hari terakhir loh mba.. tp g sia2.. 4 thumbs up.. suka bgt..
Kpn novel ranjangnya keluar mba? aku diundang lagi ga launchingnya?? hihihihi.. soale msh ada 3 buku yg blm dikau tandatangani.. ^_^
Pokoknya alwayz b passionate thinker ya mba..
Jun 20 at 13:21
GOOD JOB…
Jun 20 at 20:58
I’ve read all ur books, & semuanya sy beli. hampir semua ceritanya ttg perempuan yg tertindas ya, g pgn bikin tema lain? ato memang ‘mengkhususkan’ diri ke tema2 tsb?
btw sy suka filmnya mbsm, walo endingnya rada bingung2 dikit, hehe..
Jun 21 at 15:45
salam kenal mba.
asik yah cerita jalan2nya..
Jun 22 at 19:53
mbak, apa g ada ide selain ngentot?
Jun 22 at 23:05
hujan batu, Is there anything new under the sun?:p
eka, ya inget laah yauuuw…thanks udah noton mbsm.
semuanya, salam kenal juga. thanks udah mampir ke sini.
Jun 28 at 12:42
salam kenal,mbak.
Jun 30 at 17:13
di sini ternyata penulis hebat ini. salam kenal. dari seorang penggemarmu yang jauh, yang sekaligus membencimu.
Jul 07 at 12:35
salam kenal mbak djenar
Jul 15 at 15:21
wah..selamat ya mbak!!filmnya banyak disuai orang!!
akhirnya, keetakutannya terbayar dengan kebahagiaan dunk!
cheers!
Jul 15 at 20:43
salam hangat atas ide filmnya. aku suka bngtz. salam kenal . and mau kan memberi command tuk kesederhanaan tulisan2ku diblogku.maukan mba?
Jul 27 at 21:31
wahhhh…
aku justru menunggu ada pelem yang bener2 idealis…
aku pengen bgt nonton pelem yang beda, kalau istilah musiknya tuh… yang indie gitu…
semangat mb’ djenar!
Aug 04 at 15:50
jadi pengen nonton filmnya nih mbak
Aug 05 at 17:50
mbak bukunya keren bgt.
mbak berani bwat nulis seblak2an itu.
mbak mau ga kalu ngoment cerpenku karena tlsn mbak bener2 jadi inspirasiku
Aug 06 at 21:04
nice post!!!
Jadi pengen travelling ke sana nehh … Kapan ya bisa ke sana? *pura2 mikir*
Aug 08 at 12:20
congratulation..
Aug 19 at 06:48
Hmm waktu denger novel monyet akan dibikin film, pnasaran dan seneng gimana sih imaji saya setelah baca novelnya dengan yg mbak buat akan bersaing.
, kok beda banget ma judul cerpen monyetnya..
Setelah lihat filmnya walau dengan donlod di rs
Ga seru nih, ternyata critanya soal flash back trauma masa kecil
dari segi crita ma gaya sinema seperti melihat sinetron lepas, tapi lumayanlah daripada melihat film setan
saya tunggu novel nayla dibikin film, mari kita bersaing imaji lagi he5
Aug 21 at 10:49
mbak kirim yang komplit dong ke email gue.
Aug 21 at 21:23
selamat deh mba
eh..dah telat ya?
Aug 24 at 15:57
gue ga tau mesti nulis apa *sumpah gw ga PD nulis pesen sama penulis seterkenal mbak hihihi*
gue cuman mau ngucapin selamat ya mbak semoga panjang umur *loh emang ada yg ulang taun ya???*
tapi asli film mbak seru kok walaupun gue nontonnya dari pinjem di video izzy
Kpn2 ke uin jkt lagi ya…tapi jangan minta beliin bir kasihan panitianya hahahahaha
Sep 04 at 14:25
bisa minta info, bagaimana cara mendapatkan film dalam bentuk VCD MBSM?
tolong kontak saya ya via
email ya!
Sep 04 at 15:10
Pe De aja, Djen. Garapan MBSM udah oke bgt. Siap-siap aja terima koment dari penonton yang rada kritis, ato yang sok kritis. he3X
Sep 04 at 15:43
pengen gratisan berupa novel e-booknya mbak
Sep 04 at 15:44
pengen gratisan berupa novel e-booknya mbak
bolehkan&&&&&&
Sep 08 at 21:49
Waks..kebayang deh mbak,tegang en dag dig dug nya nunggu reaksi penonton,apakah karya kita dapat pujian ato sambitan piring hehe..selamat mbak,ayo bikin buku lagi dung..
Sep 19 at 08:20
ayo mbak djenar..trus berkreasi. Bikin buku yang difilmkan, dan bikin kumpulan cerpen lagi. Ditunggu loh.
Oct 07 at 11:18
hmm,…fans bnget ma mba djenar,,mbsm adl yg prtma dan bkin dahiku mngernyit trs mmbacanya,tp bkin sy “horny” alias falling in love….sukses sllu bwt mba,,,kpn NAYLA dilayar lebarkan spt MBSM?salam syg bwt nayla…tp kdng sy kecewa klo karya mba telat muncul di “kota daeng” / makassar,,,,,sukses….sukses…sukses….jng kbnykn mnm bir,klo cpet “death”,gmn dunk……. sy khilangan NAYLA……nda akan ada yg spt mba….
Oct 07 at 20:43
salam… saya memebaca bebberapa kumpulan cerpen anda, dan menonton film anda. untuk novel saya belum baca. ada yang menarik, ada juga kejutan tetapi ada juga hal-hal yang bisa, saya rasa.
hm.. saya gitu ajalah ngomongnya. hehhe
Oct 21 at 21:56
mbak Djenar…kok blognya ditinggal lama sekali. mana nih ‘sambungannya…’.
saya selalu baca blog ini, tapi nggak pernah meninggalkan ‘jejak’.
mungkin sekarang saatnya saya bilang ‘halo…’
Oct 24 at 07:26
luv u somad djenaaaaaar…
Oct 25 at 05:51
salam kenal
awak bertandang dari medan
di pondok birahi memuntah kata ada jamuan sederhana, secangkir kopi pahit dan ubi (awas darah tinggi) kalau lah sempat datanglah..
salam lagi
Oct 27 at 16:54
Selamat sore,.
Mbak djenar saya Risti dari BEM FakuLtas EkoLogi Manusia IPB,kami bermaksud mengundang mbak Djenar utk menjadi pembicara dlm seminar jurnalistik yg akan d lakukan tgl 16nov. Mohon dikirim prosedur utk dpt mengundang mbak dlm acara kami lewat email saya.
Terima kasih Mbak&saya tunggu jwbn dr mbak.
Oct 29 at 19:20
Salam kenal..
saya orang indonesa yang sekarang berada di taiwan…
Wah saya juga kebetulan suka jalan-jalan,menikmati segala yang ada didunia…pemandangan…hasil teknologi dll
Sukses ya!
Nov 11 at 00:22
kalau underground, filmnya gak masuk bioskop dunk, gimana caranya ya mbak biar saya bisa nonton? Tulung dunk…..
Nov 19 at 15:33
Saya koleksi buku-buku tante Djenar. (halah, tante? :p)
Pertama cuma beli yang ‘Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek”. Trus, ‘beuh.. ni cerita, dengan full-narasi tanpa dialog bisa begini juga rasanya, mantap!’ . Saya banyak nemuin berbagai cara bernarasi yang baru, seperti di cerpen “SMS”, “Telepon”, “E-mail”, dan banyak lagi. Baru setelah itu langsung borong sisanya, “Nayla”, “Mereka Bilang Saya Monyet”, “Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)” dan saya tetap kagum dengan narasinya, padahal temanya gitu-gitu aja tapi tetap ‘berasa’.
Saya sendiri pernah menulis prosa dengan gaya Djenar. Tapi belakangan sudah melepas dunia prosa, sekarang terjerumus dalam puisi. Hahaha…
Kiranya kalau lagi iseng tante Djenar bisa mampir ke blog saya. :p
Thanks.
^_^
Nov 22 at 05:48
baru nemu blog ini. menarik baca2 postinganmu:)
Nov 22 at 07:03
wah gak nyangka ternyata seorang djenar bisa se-nervous itu, padahal filmnya bagus loh, sumpah. aku mang nontonnya di DVD bajakan (ups, sorry ya, tp saya mang gak nemu di bioskop, atau terlewat mungkin, gak ngerti deh), awalnya saya pikir film ini akan terasa berat dan sulit di cerna, tetapi ternyata gak, jalan ceritanya runut, logikanya dapet, gambarnya bagus, dengan ‘perumpamaan2′ yang sesuai…. salut, bagus banget, apalagi ini film pertamaanya……
ps: iya, ipar kok kembar sih???? yang adek kakak sebenarnya siapa?
Nov 29 at 23:30
semegah laut
ayun rambutmu
menggedebur
ke bibir pantai
mataku
Dec 04 at 09:07
hyaaaa. perjalanan yang menyenangkan bersama kembaran
saya masih suka terharu kalau ada film Indonesia diputar di luar negeri–apalagi kalau dalam ajang-ajang festival. terharu. mungkin rasanya seperti nonton para pemain bulu tangkis kita berlaga di ajang olimpiade.
Dec 07 at 07:57
is that benz in the planet K.com?
jeung, kok jroji sih?
*sok akrab ajirrr….
mari kita ngerokok lagi…
Dec 10 at 21:33
Siapapun akan merasakan kegelisahan yang dalam manakala menunggu respon dari konsumen. Respon itu berupa puas atau tidak. Yang kita tunggu mesti puas setidak-tidaknya orang manggut-manggut ” boleh juga”. Pasalnya adalah menyangkut prestasi dan sekaligus prestise. Manakala terdengar tepukan meriah itulah berakhirnya kecemasan. Lalu kita tersenyum sambil menyeka keringat. Tabik. Salam Sastra.
Dec 12 at 22:13
Mbak, bisa minta endorsement utk buku saya.
Buku saya ttg meditasi yg melibatkan spiritualitas, filsafat dan psikologi.
Jika tidak keberatan bisa konfirmasi ke email saya. Saya akan kirim softcopynya. Trims
Dec 16 at 23:31
Salam kenal..!
Dec 20 at 12:54
mba djenar,saya pengagum tulisan-tulisan yang ma tulis. saya terinspirasi untuk menulis ceita pendek tentang cerita cinta yang pendek banget. saya tunggu karya-karya mba djenar selanjutnya. moga makin produktip
Dec 24 at 19:55
nggak sabar nunggu film barunya…
waktu MBSM di TBY (JAFF) jg mangkal dekat pintu!!! nggak nyangka klo pemalu. Pas sharing2 nggak ada malu-malunya.
Jgn lupa ke jogja bawa film baru yach…
Dec 30 at 09:22
Waaa..Congratz ya film nya..
saia mau nonton deh…
penasaran mbak
Jan 16 at 09:09
I`m interested there`s a lot of articles on casino gambling. There are dissimilar methods, tactics, strategies, algorithms of counting, calculations and so on.
But these items are only heap of ads and i don`t want to analyze them `cause i don`t have any basic knowledge. It`s useless. Estimation i think will be wrong.
Is there anyone here who is interested in such topic?
I`d appreciate someone`s explaining to me is there any systems or strategies, what are they (what approaches or concepts lay in basis) and in which casinos could they be applied to?
Thanx a lot.
Feb 22 at 22:26
“my gf” benar2 mengidolakan novel2 karya anda lho mbak…
Feb 25 at 00:58
salam kenal, filmnya m;nai apa mbak
Mar 12 at 00:54
This world ain’t gonna be fantastic without
You are the one and only my bitter wine…
Mar 17 at 19:18
apakah kamu pernah membayangkan karya2mu menjadi jalan hidup seseorang?
apakah kamu pernah membayangkan karya mu bukan hanya sebatas hitam di atas putih?
Mar 24 at 12:05
good luck deh mba nai, sukses selalu
Mar 24 at 14:44
saya sudah nonton mbsm.. filmnya bagus.. akting titi ok.. bener2 keliatan jutek dan trauma banget di situ.. ray sahetapy “si tukang antar jemput” jg ok akting napsunya hehe.. henidar jg mantap jd mommy “reseh”.. lintah yg dianalogikan sebagai pelecehan jg cocok banget.. hebat mbak djenar! teruslah berkarya!!!
May 04 at 12:35
Berkunjung…
Ayuh,berjuang!
-JBS-
May 20 at 21:58
salam kenal mbak, kunjungi blog ku dong, salam
May 31 at 00:08
Tks telah berkunjung, salam
Jun 02 at 15:11
salam kenal,,,,
saya salah satu dari ribuan pembaca tulisan Anda…kini saya sedang mencoba untuk mengasah kepenyairan saya,,,klo ada waktu, mampirlah di blog saya sekalian meninggalkan sedikit guratan…tengkyu….
Jun 02 at 15:12
pujanggapelangimalam.blogspot.com
Jun 05 at 19:58
I wish I could be there….
Love your work!!
Jun 24 at 18:05
What!
blue kedatangan jeung djenar di perumahan blognya ……………..wah makasih ya jeung meski belum comand or apapun itu blue senang banget dech.
Oya, film yang terbarunya pasti blue tunggu ya,jeung (kalau tak salah ada 2 proyek ya? god luck dech)
main ke blog aku yang satunya dong kezedot.wordpress.com
blue tunggu ya
salam hangat selalu
Jun 24 at 19:30
selamat malam jeung
wah blue hebat banget dapat tautan darimu
aku juga dong hehhe……salam hangat dalam 2 musimnya blue
Jun 29 at 13:33
Mbak Jenar, mohon coment nya di postingan aku “perjalanan eropa” aku akan senang sekali, bisa untuk pamer ke temen2… he3
mbak Jenar.. pleasee.. “_”
Aug 03 at 14:58
jenar..aq suka bgd karya2 tulisan mu.. sempet kepikiran pengen jd penulis kaya dirimu, tp br nulis sedikit udah buntu,akhirnya mengurungkan niat itu,.dan memilih untuk menikmati karya2 orang aja,salahsatunya karyamu,.
aq suka bgd sama novel naila,film MBSM juga salah satu film fav.qu..
ga bosen nonton itu dirumah sama temen2 kuliah ku..
oia 1 lg,.titi itu mirip bgd dirimu ya,.
aq kira pertamanya itu km yg maen filmnya,,hehe
aq suport untuk film2 seterusnya..he
Oct 03 at 08:25
sungguh nyaman berlama2 di blog ini.. biar tidak ikut jalan2.. tp membaca cerita di tulisan ini, serasa aku ikut menemani mbak Nai jalan2…
Oct 08 at 23:48
saya suka filemnya, dan saya pernah menulis komentarnya di blog
http://birungu.wordpress.com/2008/11/22/filem-mereka-bilang-saya-monyet/
Oct 15 at 10:06
Mbak Djenar yang baik. Saya punya kisah hidup yang ingin saya ceritakan kepada anda. Mungkin Mbak Djenar akan tertarik utk menuliskannya kelak. Karena tidak menemukan nomor yg bisa dihubungi, maka saya meninggalkan nomor HP saya di 081386304373. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Dec 23 at 21:07
dear djenar…
terlambat sekali saya mengetahui keberadaan milis ini. berawal dari keisengan searching di fb dan menemukan account mbak (saya masih waiting list friend =( ) saya nyasar ke sini. ternyata sudah ketinggalan jauh….
saya pernah baca MBSM, dan masih menyimpan bukunya. i love it so much! sayang, saya belum menonton filmnya, entah kapan bioskop di Bali yang cuma 2 buah itu mau memutar film selain box office dan ilm horor sex…
selamat atas kesuksesannya, terus berkarya. saya suka sekali cara djenar menulis. someday, saya harap bisa menulis dengan jujur dan tidak memikirkan bagaimana tanggapan orang terhadap saya.
Jan 10 at 03:32
wah mau juga dund kapan2 aku ikut ke negari singa???
kapan2 aku diajak ya mbak???