May 23
Sudah lama saya ingin menulis tentang Kota favorit anak dan keponakan-keponakan saya, Kidzania, tapi tidak ada fotonya. Ratih Kumala yang sudah dua kali saya ajak berkunjung ke kota ini, juga telah menulis di blognya, www.ratihkumala.com . Tapi saya tetap ingin menulisnya, karena saya pun amat terkesan dengan kota Kidzania. Selain itu untuk urusan foto, kok bisa-bisanya ya saya baru terpikir bisa mencarinya di google? Dan ternyata memang ada. Dasar katro!.
read all »
May 20
I

Saya terbangun karena suara telepon. Saya pikir Phillip, yang memang berjanji akan menelepon kalau ia sudah tiba di hotel untuk meeting dengan Shanty Harmain jam delapan pagi. Tanpa melihat jam saya langsung menjawab telepon, “Morning, Phillip.” Ternyata bukan Phillip. Dan jam baru menunjuk ke pukul lima dini hari (siapa dan pembicaraan apa yang terjadi di telepon tidak akan saya tulis di sini, dong..enak aje!:p). Yang jelas saya jadi tidak bisa tidur lagi. Untungnya kepala saya tidak terasa berat akibat banyak alkohol malam tadi. Bir dan Tequila, entah kenapa adalah kombinasi yang tidak akan pernah membuat saya hang over!
read all »
May 12

Kakak ipar saya, Titi Sjuman, pernah bilang kalau dulu ia iseng-iseng menaruh salah satu foto dari kami di my space nya dengan pertanyaan, “Ini saya atau Djenar?”. Ternyata tidak semua bisa menjawab benar. Jadi sekarang saya juga iseng-iseng taruh foto di sini. Apa ada yang bisa jawab dengan benar, apakah ini saya atau Titi?
May 12


Tanggal 11 April 2008, saya terbang ke Singapura. Itu bukan pertama kalinya saya datang kesana untuk menghadiri Singapore International Film Festival. Tahun lalu saya mewakili Film “Koper” (the lost suitcase) sebagai aktor, ke Singapore maupun Bangkok International Film Festival bersama Maya Hasan dan Richard Oh sang sutradara.
read all »
May 10

Mungkin, saya tidak lebih layak untuk mempresentasikan Sjuman Djaya yang akrab saya panggil Bung, baik dari sudut pandang Sinematografi bahkan sebagai anak, dibanding kedua anak Bung Sjuman yang lain dari hasil pernikahan pertamanya dengan Farida Oetoyo, Arya Yudistira Sjuman dan Sri Aksana Sjuman. Kenapa? Pertama, saya penikmat. Bukan pengamat. Kedua, dibanding kedua kakak saya, kualitas maupun kuantitas pertemuan saya dengan Bung Sjuman sendiri terbilang yang paling minim.
Beruntung Bung Sjuman mengambil jalur seni semasa hidupnya, sehingga karya-karyanya maupun kiprahnya sebagai seorang seniman, memungkinkan saya atau siapapun, tetap punya kesempatan untuk mengenal beliau lebih jauh.
read all »
May 03
RANJANG 3/10/05 11:48:59 AM
Tubuh perempuan telanjang yang tergolek di atas ranjang itu memancing kembali gairahnya. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum rapat memaksanya pergi. Waktu yang sangat cukup untuk dipakai bercinta dan mandi.
read all »