<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Djenar Maesa Ayu &#187; Cerpen</title>
	<atom:link href="http://djenar.com/category/cerpen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://djenar.com</link>
	<description>I Believe In Love Without Proof</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Feb 2010 18:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>SAIA: MUSIK KAMAR YANG BERANI by Hikmat Darmawan</title>
		<link>http://djenar.com/saia-musik-kamar-yang-berani-by-hikmat-darmawan-234.php</link>
		<comments>http://djenar.com/saia-musik-kamar-yang-berani-by-hikmat-darmawan-234.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Film kedua Djenar Maesa Ayu akan dengan mudah dipahami sebagai film tentang seks. Memang, lebih dari 90% adegan dalam film itu adalah adegan seks dalam beberapa babak. Apalagi, Djenar memainkan sendiri secara total salah satu dari dua tokoh utama permainan seks di film ini. Maka, segeralah beberapa percakapan mencuat di antara para penonton film yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/saia-musik-kamar-yang-berani-by-hikmat-darmawan-234.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAIA: GAIRAH SANG SUTRADARA by Mikael Johani</title>
		<link>http://djenar.com/saia-gairah-sang-sutradara-218.php</link>
		<comments>http://djenar.com/saia-gairah-sang-sutradara-218.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 07:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[wednesday 13th &#8220;SAIA&#8221;, film terbaru Djenar Maesa Ayu, tidak seperti film-film Antonioni yang menanggalkan pakaian semua karakternya di menit pertama. Karena di menit pertama dalam &#8220;SAIA&#8221; kedua karakternya (mungkin bernama Saya dan Ia) memang sudah tidak berpakaian. Yang menempel di tubuh dua aktornya — Harry Dagoe dan Djenar sendiri — hanya tato, lebam dan keringat.* [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/saia-gairah-sang-sutradara-218.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SURAT BUAT DJENAR MAESA AYU by Totot Indrarto</title>
		<link>http://djenar.com/surat-buat-djenar-maesa-ayu-by-totot-indrarto-215.php</link>
		<comments>http://djenar.com/surat-buat-djenar-maesa-ayu-by-totot-indrarto-215.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 02:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Dear Monyet, Selamat natal dan tahun baru 2010! Ini mungkin bakal jadi tahun yang tidak mudah buat kamu, terutama setelah Mereka Bilang, Saya Monyet! memenangkan tiga Piala Citra dan satu Penghargaan Khusus Dewan Juri dalam FFI 2009. Sekarang pasti banyak orang sedang menunggu film kedua kamu. Eh… persisnya, film berikutnya, karena sebetulnya kamu sudah menyelesaikan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/surat-buat-djenar-maesa-ayu-by-totot-indrarto-215.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAIA by Ismail Fajrie Alatas</title>
		<link>http://djenar.com/saia-by-ismail-fajrie-alatas-214.php</link>
		<comments>http://djenar.com/saia-by-ismail-fajrie-alatas-214.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 02:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Djenar Maesa Ayu il miglior fabbro Saia adalah monolog tanpa suara. Sebuah proses berbagi dari seorang subjek kepada sesama melalui mediasi nilai-nilai estetika tersembunyi. Dua jendela terpisah dalam satu bangunan rapuh. Tak ada beton penyangga, ataupun tembok pemisah. Yang ada hanyalah geribik tipis, menandakan demarkasi ruang namun tetap saja tertembus sinaran mentari melalui relung-relungnya. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/saia-by-ismail-fajrie-alatas-214.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IMAJI YANG MEMUDAR (SEKELEBAT INGATAN TENTANG BUNG SJUMAN DJAYA)</title>
		<link>http://djenar.com/imaji-yang-memudar-sekelebat-ingatan-tentang-bung-sjuman-djaya-49.php</link>
		<comments>http://djenar.com/imaji-yang-memudar-sekelebat-ingatan-tentang-bung-sjuman-djaya-49.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 15:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin, saya tidak lebih layak untuk mempresentasikan Sjuman Djaya yang akrab saya panggil Bung, baik dari sudut pandang Sinematografi bahkan sebagai anak, dibanding kedua anak Bung Sjuman yang lain dari hasil pernikahan pertamanya dengan Farida Oetoyo, Arya Yudistira Sjuman dan Sri Aksana Sjuman. Kenapa? Pertama, saya penikmat. Bukan pengamat. Kedua, dibanding kedua kakak saya, kualitas [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/imaji-yang-memudar-sekelebat-ingatan-tentang-bung-sjuman-djaya-49.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>secuplik bab dari novel mendatang, &#8220;RANJANG&#8221; .</title>
		<link>http://djenar.com/secuplik-bab-dari-novel-mendatang-ranjang-35.php</link>
		<comments>http://djenar.com/secuplik-bab-dari-novel-mendatang-ranjang-35.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 12:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[RANJANG 3/10/05 11:48:59 AM Tubuh perempuan telanjang yang tergolek di atas ranjang itu memancing kembali gairahnya. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum rapat memaksanya pergi. Waktu yang sangat cukup untuk dipakai bercinta dan mandi. Selalu merasa muda ia di samping perempuan itu. Selalu merasa perkasa ia walaupun segumpal daging yang tumbuh di antara selangkangannya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/secuplik-bab-dari-novel-mendatang-ranjang-35.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>144</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MONEY-PULATOR</title>
		<link>http://djenar.com/money-pulator-30.php</link>
		<comments>http://djenar.com/money-pulator-30.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 00:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djenar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada seorang pun yang tak suka uang. Saya, apalagi. Tapi yang namanya uang, tidak suka orang. Karena itu mustahil mengharapkan uang mengetuk pintu rumah dan langsung lompat ke tangan. Uang tahu kalau ia begitu dibutuhkan. Maunya dicari, tak mau begitu saja datang. Celakanya, walaupun saya suka uang, saya tidak suka mencari uang. Mendengar kata [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/money-pulator-30.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ia Tidak Sedang Sendirian</title>
		<link>http://djenar.com/ia-tidak-sedang-sendirian-20.php</link>
		<comments>http://djenar.com/ia-tidak-sedang-sendirian-20.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 01:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[djenar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[PEREMPUAN itu duduk dengan tubuh condong ke meja di depannya. Pandangan matanya mengarah lurus ke depan. Tangan kirinya memegang rokok sementara tangan kanan yang sikunya bertumpu di atas meja berusaha menutupi separuh wajahnya. Mulutnya komat kamit. Sesekali badannya semakin condong ke depan ketika ia sedang tidak komat-kamit, seolah ingin menyimak benar setiap perkataan lawan bicaranya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/ia-tidak-sedang-sendirian-20.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air</title>
		<link>http://djenar.com/air-17.php</link>
		<comments>http://djenar.com/air-17.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Air putih kental itu saya terima di dalam tubuh saya. Mengalir deras sepanjang rongga vagina hingga lengket, liat sudah di indung telur yang tengah terjaga. Menerima. Membuahinya. Ada perubahan di tubuh saya selanjutnya. Rasa mual merajalela. Pun mulai membukit perut saya. Ketika saya ke dokter kandungan untuk memeriksakannya, sudah satu bulan setengah usia janinnya. Akan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/air-17.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan</title>
		<link>http://djenar.com/ikan-1.php</link>
		<comments>http://djenar.com/ikan-1.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 07:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djenar.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Ia ikan yang terbang. Ia burung yang berenang. Dan saya, adalah saksi yang melihat semua itu dengan mata telanjang. Ia menatap saya dengan pancaran mata riang. Syahdu meliputi butir-butir hujan yang jatuh menimpa tubuh kami yang diam-diam menggelinjang. Sembunyi-sembunyi, kami menikmati denyar-denyar di lautan perasaan paling dalam. Sementara kilat mencabik-cabik langit hingga berupa potongan-potongan gambar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://djenar.com/ikan-1.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
